Kemahasiswaan Universitas — Persaingan sengit antarmahasiswa turut mewarnai rangkaian PORSI Jawara 2026. Salah satu cabang yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi adalah olahraga catur, yang diikuti oleh kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama sejumlah PTKIN lainnya.
Pada pertandingan catur, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menurunkan sejumlah mahasiswa pada kategori yang dipertandingkan. Berdasarkan daftar pairing babak pertama, salah satu wakil UIN Malang, Nisriina Almaas Tsabita, berhadapan dengan Arsy Kahfiana dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sementara itu, pada pertandingan lainnya, Dicky Aditya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhadapan dengan Muhammad Sahl Abdusy Syakuur dari UIN Ki Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pertandingan berlangsung dengan mengandalkan strategi, konsentrasi, dan kemampuan membaca setiap langkah lawan. Papan catur menjadi arena adu kecermatan, di mana setiap keputusan memiliki peran penting dalam menentukan arah permainan. Para peserta dituntut tetap tenang sekaligus mampu menyusun strategi untuk memperoleh posisi terbaik dalam pertandingan.
Keikutsertaan dalam cabang catur menjadi bagian dari upaya kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa di bidang olahraga sekaligus memperkuat semangat kompetisi dalam ajang PORSI Jawara 2026. Persaingan dengan peserta dari berbagai PTKIN menjadi pengalaman tersendiri bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Perjalanan kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam cabang catur masih menjadi bagian dari perjuangan panjang di PORSI Jawara 2026. Dengan ketenangan, strategi, serta semangat pantang menyerah, para atlet diharapkan mampu melewati setiap pertandingan dengan baik dan memberikan hasil maksimal bagi almamater.





