Kemahasiswaan Universitas – Persaingan antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura berlangsung di Kampus II UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 18 PTKIN turut ambil bagian dalam ajang tersebut, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang hadir dengan semangat untuk memberikan penampilan terbaik.
Kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti sejumlah kategori perlombaan yang mencakup bidang akademik, seni, dan olahraga. Di antara cabang yang diikuti adalah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Debat Konstitusi, serta Peradilan Semu (Mootcourt). Beragam kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji kompetensi mereka dalam suasana kompetisi yang penuh tantangan.
Keikutsertaan mahasiswa UIN Malang bersama 17 PTKIN lainnya tidak sekadar berorientasi pada perolehan juara. Kompetisi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengasah argumentasi, mengembangkan kreativitas akademik, serta meningkatkan keterampilan mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum dan keilmuan.
Pada cabang KTIQ, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menurunkan tiga mahasiswa, yaitu Ahmad Royhan Firdaus, Najma Fadiyah, dan Ardiansyah Bagus Ramadhan. Ketiganya berupaya memberikan performa terbaik dalam kompetisi sekaligus membawa nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tengah persaingan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Jawa dan Madura.
Dukungan terhadap perjuangan mahasiswa turut diberikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. Ia secara langsung memantau kondisi dan perkembangan para peserta. Selain memberikan dukungan moral, Miftahul Huda juga terlibat dalam pendampingan sebagai pelatih pada cabang KTIQ.
Menurutnya, kondisi kesehatan serta kesiapan mental menjadi dua hal penting yang harus diperhatikan peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan. Para mahasiswa didorong untuk menjaga kondisi fisik, meningkatkan rasa percaya diri, dan tetap berkonsentrasi agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dalam setiap tahapan kompetisi.
Miftahul Huda menilai pengalaman mengikuti kompetisi memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa, terutama dalam melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kemampuan berpikir kritis, serta membangun mental untuk menghadapi berbagai tantangan.
Ia berharap semangat para mahasiswa tetap terjaga hingga seluruh rangkaian perlombaan berakhir. “Kami berharap seluruh kontingen dapat terus menjaga semangat hingga seluruh rangkaian lomba selesai. Semoga ikhtiar, doa, dan kerja keras teman-teman UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berbuah prestasi terbaik,” harapnya.
Ajang kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetensi mereka di tingkat PTKIN se-Jawa dan Madura. Dengan dukungan serta pendampingan dari pihak fakultas, para peserta diharapkan semakin percaya diri dalam menghadapi persaingan dan mampu memberikan hasil terbaik untuk mengharumkan nama almamater.





