MIU Login

Pesan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UIN Malang untuk Mahasiswa Baru: Jadilah Mahasiswa Global, tetapi Tetap Berakar

Kemahasiswaan Universitas — Menjadi mahasiswa di era sekarang berarti siap berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka. Namun, keterbukaan itu tidak berarti harus membuat seseorang kehilangan identitas dan akar budayanya. Prinsip itulah yang ditekankan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A., kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang 2026.

“Jadilah mahasiswa global tapi berakar,” kata Prof. Abdul Hamid.

Pesan tersebut disampaikan seiring dengan semakin kuatnya posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam jejaring pendidikan internasional. Ia mengungkapkan, pada 2026 terdapat pendaftar mahasiswa asing yang berasal dari 42 negara.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UIN Malang telah dikenal melampaui batas geografis Indonesia. Ketika mahasiswa dari berbagai negara tertarik untuk belajar di UIN Malang, mahasiswa Indonesia yang berada di dalamnya juga harus memiliki kesiapan untuk berinteraksi dalam lingkungan global.

“Artinya bahwa kampus kita setidaknya sudah dikenal oleh 42 negara,” ujarnya.

Karena itu, mahasiswa baru tidak cukup hanya menjadi mahasiswa yang berorientasi pada lingkungan lokal. Mereka perlu mempersiapkan diri menjadi bagian dari komunitas akademik internasional.

Salah satu bekal utama yang disorot Prof. Abdul Hamid adalah penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kemampuan bahasa, menurutnya, akan membuka lebih banyak pintu bagi mahasiswa untuk belajar, berkomunikasi, mengikuti program internasional, hingga membangun jejaring dengan mahasiswa dari negara lain.

UIN Malang, kata Prof Hamid, telah menyediakan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris secara intensif sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan global.

Tetapi ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan: identitas.

“Jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi mahasiswa Nusantara,” tegasnya.

Menjadi mahasiswa global, dalam pandangan Prof. Abdul Hamid, bukan berarti menjadi asing terhadap lingkungan sendiri. Justru dengan memiliki akar yang kuat, mahasiswa dapat membawa identitas, nilai, dan pengalaman Indonesia ketika berinteraksi dengan masyarakat internasional.

Prof. Abdul Hamid kemudian mengajak mahasiswa melihat kehidupan kampus dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari prestasi akademik dan ijazah.

Ada modal lain yang tidak kalah penting: jejaring.

“Prestasi akademik, yes. Ijazah, yes. Tetapi jejaring organisasi juga penting. Jejaring internasional juga penting,” tuturnya.

Karena itu, mahasiswa baru diminta tidak pasif selama berada di kampus. Organisasi kemahasiswaan, seminar, forum akademik, pertukaran pelajar, hingga program magang dapat menjadi ruang untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun relasi.

Prof. Abdul Hamid bahkan secara langsung membuka peluang bagi mahasiswa yang memiliki keinginan mendapatkan pengalaman kerja atau magang di luar negeri. International Office UIN Malang disebutnya sebagai salah satu pintu yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh informasi dan akses terhadap berbagai program internasional.

“Silakan datang ke kantor kami,” ajaknya.

Mahasiswa yang memiliki keinginan mengikuti program magang di Malaysia, kawasan Timur Tengah, Amerika, maupun negara lainnya dapat berkonsultasi mengenai peluang yang tersedia. Ia juga menyebut sejumlah fakultas di UIN Malang telah menyediakan program magang luar negeri yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Kesempatan tersebut bukan semata-mata untuk menambah pengalaman di luar negeri. Lebih jauh, mahasiswa dapat belajar beradaptasi dengan budaya baru, membangun komunikasi lintas negara, memperluas perspektif, dan menciptakan jejaring yang dapat berkembang menjadi peluang akademik maupun profesional di masa mendatang.

Bagi Prof. Abdul Hamid, pengalaman internasional perlu mulai dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. Karena itu, mahasiswa baru tidak perlu menunggu hingga menjelang lulus untuk mulai mengenal dunia internasional.

Pesan tersebut sekaligus mempertegas arah pengembangan UIN Malang sebagai perguruan tinggi yang ingin terus memperluas jejaring dan reputasinya di tingkat global.

Mahasiswa menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Mereka tidak hanya diharapkan menjadi lulusan yang menguasai ilmu, tetapi juga mampu berkomunikasi lintas budaya, memiliki jejaring luas, dan berani mengambil kesempatan di berbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait