Kemahasiswaan Universitas — Di tengah perubahan pola ekonomi mahasiswa yang semakin dinamis, koperasi kampus dituntut bergerak lebih adaptif dan profesional. Organisasi koperasi tidak cukup bertahan dengan pola lama, tetapi perlu membangun sumber daya manusia yang memahami tata kelola, kewirausahaan, hingga pengelolaan konflik organisasi. Upaya tersebut diwujudkan Koperasi Mahasiswa Padang Bulan melalui kegiatan Pendidikan Menengah Koperasi (DIKLATMENKOP) yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026, di Aula Kantor DEKOPIN Kota Malang.
Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan bagi anggota yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan dasar koperasi. Fokus pembinaan diarahkan pada penguatan kapasitas anggota agar siap melanjutkan peran sebagai asisten staf sekaligus calon penggerak organisasi di masa mendatang.
Sebanyak 89 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir kegiatan. Materi yang diberikan tidak hanya membahas aspek administratif koperasi, tetapi juga menyentuh kemampuan strategis yang relevan dengan tantangan organisasi modern, mulai dari kewirausahaan, manajemen konflik, manajemen koperasi, hingga pengelolaan keuangan.
Materi kewirausahaan disampaikan oleh Najwa Felaha Salsabila, mahasiswa UIN Malang sekaligus pelaku usaha, yang menekankan pentingnya keberanian memulai usaha sejak dini. “Berwirausaha tidak harus dimulai dari hal besar; dapat dimulai dari hal kecil dan bisa dijalankan sambil kuliah,” ujarnya.
Sementara itu, Istiana RN, S.E., M.M., selaku Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda, mengajak peserta melihat konflik organisasi dari sudut pandang yang lebih konstruktif. Menurutnya, dinamika internal justru dapat menjadi ruang pembelajaran apabila dikelola secara tepat. “Konflik tidak selalu berdampak buruk. Jika dikelola dengan baik, konflik dapat memicu perubahan positif dan inovasi dalam koperasi,” katanya.
Pembahasan mengenai tata kelola koperasi diperkuat oleh Muhammad Sultan Aminudin, S.S.Kom., M.M., pelatih KOPMA Padang Bulan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas manajemen dan kemampuan organisasi beradaptasi terhadap perkembangan zaman. “Dengan manajemen koperasi yang baik dan perencanaan usaha yang berkelanjutan, koperasi mampu berinovasi dan bertransformasi menuju tata kelola yang lebih baik,” ujarnya.
Adapun materi manajemen keuangan disampaikan oleh Elok Ning Faikoh, S.Pi., M.P., Widyaiswara Ahli Muda UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Ia menyoroti pentingnya disiplin dan transparansi dalam menjaga kesehatan organisasi koperasi. “Koperasi yang sehat lahir dari manajemen keuangan yang disiplin, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi selama kegiatan berlangsung. Pertanyaan, kritik, hingga saran yang muncul memperlihatkan meningkatnya kesadaran anggota terhadap pentingnya penguatan sistem organisasi koperasi mahasiswa.
Di bawah kepemimpinan Mochammad Auliya Akbar, KOPMA Padang Bulan mencoba membangun kultur organisasi yang lebih progresif melalui pengembangan kualitas anggota secara berkelanjutan. Pendidikan koperasi diposisikan bukan sekadar agenda formal kaderisasi, melainkan investasi pengetahuan untuk menciptakan pengelola organisasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif.
Melalui DIKLATMENKOP, KOPMA Padang Bulan mempertegas peran koperasi mahasiswa sebagai ruang belajar kepemimpinan ekonomi berbasis kolektivitas. Dari proses pendidikan inilah lahir upaya membangun organisasi yang lebih siap menghadapi tantangan perubahan sekaligus tetap berpijak pada nilai kesejahteraan bersama.





