MIU Login

Latihan Intensif PSM Gema Gita Bahana Menjadi Fondasi Strategis Penguatan Ekosistem Seni Kampus

Kemahasiswaan UniversitasDi tengah arus transformasi pendidikan tinggi yang semakin menekankan inovasi dan daya saing global, perguruan tinggi tidak lagi dapat memisahkan pengembangan akademik dari pembinaan seni dan budaya. Aktivitas kesenian mahasiswa kini dipandang sebagai bagian penting dari pembentukan karakter, kreativitas, dan identitas institusi. Dalam konteks tersebut, persiapan intensif kelompok paduan suara mahasiswa menjelang panggung besar bukan sekadar latihan musikal, melainkan bagian dari strategi membangun reputasi dan ekosistem seni yang kuat di lingkungan universitas.

Perspektif ini tercermin dalam latihan Guest Star Scientifico Choir Concert 2026 yang digelar oleh PSM Gema Gita Bahana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu, 7 Maret 2026 di area depan Sport Center kampus. Sebanyak 23 anggota yang tergabung dalam tim Guest Star menjalani latihan selama lebih dari lima jam sebagai persiapan tampil pada ajang Scientifico Choir Concert 2026. Fokus latihan diarahkan pada penguatan harmonisasi vokal, penguasaan dinamika musikal, serta penghayatan lagu Bungong Jeumpa—sebuah karya yang menuntut keseimbangan teknik vokal dan ekspresi artistik. Art Director turut memberikan arahan teknis mengenai artikulasi, teknik pernapasan, hingga interpretasi musikal agar penampilan tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman artistik.

Latihan tersebut mencerminkan pendekatan pembinaan seni yang semakin profesional di lingkungan organisasi mahasiswa. Paduan suara kampus tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas rekreatif semata, tetapi sebagai ruang latihan disiplin, kerja tim, dan performativitas artistik yang berstandar tinggi. Dalam konteks pendidikan tinggi nasional yang semakin mendorong penguatan kreativitas mahasiswa dan diplomasi budaya kampus, kegiatan seperti ini menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas representasi institusi dalam ruang-ruang pertunjukan seni.

Koordinator Divisi Humas dan Kreatif Media PSM Gema Gita Bahana, Muhammad Davin Dava, mengungkapkan bahwa proses latihan memberikan pengalaman baru bagi para anggota yang terlibat. Ia menyampaikan, “Saya baru pertama kali menampilkan lagu Bungong Jeumpa, harapannya semoga tim PSM GGB bisa menampilkan yang terbaik.” Sementara itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan Universitas menilai bahwa kegiatan pembinaan seni seperti ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem kreativitas mahasiswa yang didorong oleh universitas. Ia menegaskan bahwa seni pertunjukan mahasiswa bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga media pembentukan karakter disiplin, kolaborasi, dan profesionalisme.

Ke depan, keberlanjutan pembinaan seni mahasiswa akan menjadi faktor penting dalam membangun identitas kultural perguruan tinggi. Latihan intensif seperti yang dilakukan PSM Gema Gita Bahana menunjukkan bahwa kualitas pertunjukan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut konsistensi dan dedikasi. Jika pola pembinaan ini terus diperkuat, maka kelompok seni mahasiswa berpotensi tidak hanya tampil di panggung internal kampus, tetapi juga menjadi duta budaya yang membawa nama universitas ke ruang-ruang seni yang lebih luas.

Berita Terkait