Kemahasiswaan Universitas - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses mencetak generasi baru yang tangguh melalui Diklat BATAFIA (The Basic Training of Tursina Adventure) ke-30. Diklat yang berlangsung dari 24—26 Oktober 2025 di kampus 3 Kota Batu ini mengusung tema mendalam, "Atma Yatra" yang berarti perjalanan jiwa. Tema ini menjadi cerminan dari proses pembentukan karakter yang tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga mental dan spiritual para calon anggota.
Sebanyak 27 peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membekali mereka dengan nilai-nilai dasar kepencintaalaman. Mereka diajak menyelami makna solidaritas, tanggung jawab terhadap alam, dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai materi dan latihan intensif. Selama tiga hari, para peserta ditempa dengan pembekalan materi dasar kepencintaalaman, latihan fisik, praktik lapangan, serta penanaman nilai-nilai disiplin.
Tak hanya itu, diklat ini juga menghadirkan narasumber istimewa dari SAR Nasional “Avignam Jagat Samagram” yang memberikan materi penting seputar SAR (Search and Rescue) dan PPGD (Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat). Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk mental petualang yang sejati, yang siap menghadapi berbagai kondisi di alam bebas dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.
Ketua UKM Mapala Tursina, Huzairi Ahmad, menyampaikan harapannya agar diklat ini menjadi proses kaderisasi yang efektif. "Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, Diklat ini diharapkan dapat melahirkan generasi baru yang tangguh, berjiwa sosial, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam," ujar Huzairi. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antar anggota lintas angkatan, dari senior hingga anggota baru.
Diklat BATAFIA ke-30 ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan fisik, tetapi juga simbol dari sebuah transformasi. Perjalanan jiwa yang diusung dalam tema "Atma Yatra" seolah mengajak para peserta untuk menemukan jati diri mereka sebagai pencinta alam yang bertanggung jawab. Dengan bekal yang mumpuni dan mental baja, 27 calon anggota baru ini siap untuk meneruskan jejak para seniornya dalam melestarikan alam dan menjalankan misi sosial.