شؤن الطلبة الجامعة – Di tengah tuntutan pendidikan tinggi yang semakin menekankan pada output berbasis riset dan publikasi ilmiah, mahasiswa tidak lagi cukup hanya menjadi konsumen pengetahuan. Mereka dituntut untuk mampu memproduksi gagasan, mengolah data, serta menghadirkan solusi berbasis penelitian. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit mahasiswa masih menghadapi hambatan dalam memahami proses riset secara utuh—mulai dari penentuan isu hingga analisis data.
Menjawab tantangan tersebut, UKM LKP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Upgrading Research Skill 2026 pada Jumat, 3 April 2026 di Masjid Ulul Albab lantai 3. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini menjadi ruang pembelajaran intensif untuk memperkuat kompetensi riset mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan kapasitas intelektual.
Kegiatan dirancang dalam empat sesi utama yang saling terintegrasi. Sesi pertama menghadirkan materi pengantar penelitian oleh Saniya Alin Salsabila yang mengulas konsep dasar, urgensi, serta etika penelitian. Dilanjutkan dengan materi standar publikasi ilmiah oleh Ahmad Royhan Firdaus yang membahas strategi penulisan dan publikasi pada jurnal bereputasi. Sesi berikutnya membahas penelitian kualitatif oleh Rifka Arifatul Choridah, S.Pd., serta penelitian kuantitatif oleh Edvin Eka Nur Rochim, S.Psi., yang mengupas secara komprehensif teknik, pendekatan, hingga analisis data dalam penelitian.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan diskusi dan keterlibatan dalam berbagi pengalaman penelitian. Dalam refleksinya, Rifka Arifatul Choridah, S.Pd., menyampaikan, “Saya mengikuti program ini selama empat tahun, dari peserta hingga pemateri. Program ini sangat bermanfaat dalam membangun dasar penelitian mahasiswa. Bahkan, pemahaman saya tentang penelitian terbentuk dari program ini sebelum saya mendapatkannya di kelas formal.” Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya membentuk kompetensi, tetapi juga membangun semangat berbagi ilmu dan keberlanjutan budaya akademik di lingkungan mahasiswa.
Lebih jauh, kegiatan ini memiliki relevansi strategis dalam mendorong peningkatan kualitas output akademik mahasiswa, baik dalam bentuk karya ilmiah, publikasi jurnal, maupun partisipasi dalam kompetisi penelitian. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan pentingnya riset sebagai indikator kualitas institusi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada individu peserta, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan reputasi akademik kampus secara keseluruhan.
Dengan terselenggaranya Upgrading Research Skill 2026, UKM LKP2M menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak budaya riset di kalangan mahasiswa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan mampu terus berkembang menjadi ekosistem pembelajaran riset yang berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, relevan, dan berdampak luas bagi masyarakat.





