MIU Login

Tradisi Unik UKM Pramuka UIN Malang, Bekal Spiritual untuk Misi Kemanusiaan

شؤن الطلبة الجامعة - Ada tradisi unik yang dilestarikan UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam melepas delegasi mereka. Pada Kamis (30/10/2025), dua anggotanya, Alhilal Hamdi dan Nailul Munaya, dilepas dalam sebuah Upacara Pengadatan khusus sebelum mengikuti Pelatihan Tanggap Darurat, Kebencanaan, dan Krisis di UIN Syekh Wasil Kediri.

Upacara pengadatan ini tidak seperti seremoni pelepasan delegasi pada umumnya. Suasana khidmat terasa marasuk saat upacara berlangsung dengan para peserta berdiri melingkar. Di tengah-tengah lingkaran, sebuah gentong gerabah berisi air bunga setaman diletakkan sebagai pusat perhatian.

Makna Filosofis di Balik Siraman Bunga

Inti dari upacara ini adalah prosesi siraman bunga setaman. Prosesi ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan memiliki makna filosofis mendalam, yaitu simbol penyucian diri secara lahir dan batin bagi para delegasi. Dengan hati yang bersih, mereka diharapkan siap melaksanakan tugas mulia dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Pemangku adat memimpin jalannya upacara, sementara Pembina UKM Pramuka, Ghufron Hambali, dan Ketua Dewan Racana turut memberikan pesan-pesan singkat. "Tujuan upacara ini adalah melepas anggota untuk berjuang. Sebelum berangkat harus bersuci, membersihkan diri," ujar Ghufron.

Tumpeng, Metu Kudu Mempeng

Ghufron juga menekankan sebuah prinsip yang harus dipegang teguh oleh para delegasi, yaitu “tumpeng, metu kudu mempeng”. Frasa dalam bahasa Jawa ini mengandung makna yang kuat: "ketika keluar harus sungguh-sungguh." Pesan ini menjadi pengingat bagi Alhilal dan Nailul agar selalu bekerja keras, serius, dan totalitas dalam menjalankan tugas mereka.

Lambang Tanggung Jawab dalam Sebuah Selempang

Upacara ditutup dengan prosesi penyematan selempang UIN Malang kepada Alhilal dan Nailul. Penyematan selempang ini bukan sekadar formalitas, melainkan penanda bahwa mereka adalah utusan resmi dari UIN Malang. Selempang ini menjadi lambang tanggung jawab besar yang mereka emban di pundak.

Berita Terkait