شؤن الطلبة الجامعة – MAPALA Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melanjutkan rangkaian Sekolah Riset dan Ekspedisi pada hari kedua, Minggu, 22 Februari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di Sekretariat MAPALA Tursina. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dan menjadi kelanjutan pembekalan kapasitas anggota setelah pada hari pertama difokuskan pada metodologi penelitian dan jurnalistik. Pada hari kedua, materi diarahkan pada penguatan teknis manajemen ekspedisi dan dokumentasi lapangan.
Sekolah Riset dan Ekspedisi merupakan program peningkatan kompetensi anggota yang dirancang agar setiap kegiatan lapangan tidak hanya berjalan dengan semangat petualangan, tetapi juga memiliki perencanaan matang dan sistem dokumentasi yang baik. Pembekalan ini dinilai penting agar setiap ekspedisi terlaksana secara terstruktur, aman, serta dapat dipertanggungjawabkan secara organisatoris maupun akademik.
Materi pertama tentang Manajemen Ekspedisi disampaikan oleh Singgih Asnidar Jundi B. Ia menjelaskan pentingnya penyusunan timeline kegiatan, pembagian tugas tim, manajemen logistik, manajemen risiko, hingga evaluasi pasca kegiatan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan, “Dengan pematerian manajemen ekspedisi ini, semoga Angkatan 30 bisa melakukan ekspedisi yang lebih jauh, lebih keren dan lebih istimewa. Karena ekspedisi yang baik bukan hanya tentang mencapai puncak yang tinggi, namun juga tentang menjaga alam dan menjaga diri.” Pesan tersebut menekankan bahwa keselamatan dan kelestarian lingkungan merupakan prinsip utama dalam setiap kegiatan MAPALA.
Materi kedua mengenai Fotografi dan Videografi disampaikan oleh Zahidan Yudianto Peserta dibekali teknik dasar pengambilan gambar dan video di lapangan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan. “Pematerian fotografi dan videografi untuk mengembangkan kemampuan menangkap momen peserta. Materi ini penting untuk mendokumentasikan segala kegiatan pendidikan yang akan dilakukan anggota muda. Melalui pematerian ini, kami mengharapkan kemahiran peserta dalam menangkap setiap momen yang ada,” ujarnya. Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan praktik sederhana sehingga peserta dapat memahami materi secara aplikatif.
Ketua Umum MAPALA Tursina, Thoriq Assiroj Budiman menyampaikan bahwa rangkaian Sekolah Riset dan Ekspedisi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi anggota yang profesional dan bertanggung jawab. Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Romi Faslah memberikan apresiasi atas konsistensi MAPALA dalam mengintegrasikan aspek riset, manajemen, dan dokumentasi dalam setiap kegiatan. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa perlu menyeimbangkan semangat lapangan dengan tata kelola yang terukur. “Ekspedisi yang dirancang secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik akan meningkatkan kualitas organisasi serta memperkuat reputasi kampus. Profesionalitas dan keselamatan harus selalu berjalan beriringan,” tuturnya.





