MIU Login

Pra Raker HMPS PIPS 2026 sebagai Awal Konsolidasi Organisasi yang Lebih Terukur

شؤن الطلبة الجامعةKetukan palu sidang yang terdengar dalam simulasi di Ruang Sidang SC UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu pagi (22/2/2026), bukan sekadar latihan formalitas organisasi. Di balik forum yang diikuti 55 pengurus HMPS PIPS 2026 itu, terselip kesadaran baru tentang pentingnya tata kelola yang tertib dan terukur. Para peserta tidak hanya belajar berbicara dalam forum, tetapi juga memahami bahwa setiap keputusan organisasi memiliki konsekuensi strategis bagi arah gerak mahasiswa satu periode ke depan.

Pra Rapat Kerja yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dirancang sebagai ruang konsolidasi awal kepengurusan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi teknik persidangan oleh Muhammad Jimly, demisioner 2025, yang membedah istilah, mekanisme, hingga etika forum resmi. Setelah itu, peserta mengikuti simulasi persidangan sebelum memasuki Sidang Pra-Raker untuk menyelaraskan rancangan program kerja. Di bawah koordinasi Ketua HMPS PIPS, Kresna Adi Prasetya, forum ini diarahkan agar setiap divisi tidak hanya menyusun agenda, tetapi juga memastikan program selaras secara visi dan realistis secara implementasi.

Langkah ini menjadi relevan di tengah tuntutan pendidikan tinggi yang semakin menekankan penguatan soft skills, kepemimpinan, dan literasi tata kelola organisasi. Perguruan tinggi tidak lagi memosisikan organisasi mahasiswa sekadar ruang aktivitas, melainkan laboratorium kepemimpinan yang menuntut akuntabilitas dan profesionalisme. Sosialisasi teknik persidangan dalam Pra-Raker ini menunjukkan kesadaran bahwa kualitas forum menentukan kualitas keputusan. Tanpa pemahaman prosedural yang baik, program kerja berpotensi berjalan tanpa legitimasi yang kuat atau koordinasi yang matang.

Seorang peserta mengungkapkan bahwa pengalaman simulasi sidang membuka perspektif baru tentang arti kedisiplinan dalam forum resmi. “Awalnya saya kira persidangan itu hanya formalitas, tapi ternyata banyak istilah dan aturan yang harus dipahami supaya keputusan kita sah dan tidak menimbulkan salah paham,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan Universitas menegaskan pentingnya forum semacam ini sebagai fondasi pembinaan kelembagaan mahasiswa. “Pembiasaan teknik persidangan dan penyelarasan program kerja sejak awal periode akan membentuk budaya organisasi yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab. Inilah bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan di kampus,” ujarnya.

Pra-Raker HMPS PIPS 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang menyusun daftar program, melainkan tentang membangun kesadaran kolektif bahwa organisasi adalah ruang belajar profesionalisme. Dari simulasi yang sederhana hingga sidang yang terstruktur, para pengurus menapaki tahap awal perjalanan mereka dengan fondasi yang lebih kokoh. Jika nilai disiplin forum dan koordinasi ini terus dijaga, HMPS PIPS berpeluang menjadikan satu periode ke depan bukan sekadar rangkaian kegiatan, melainkan fase pertumbuhan organisasi yang lebih matang dan berdaya dampak.

Berita Terkait