شؤن الطلبة الجامعة - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi rujukan bagi kampus lain. Kali ini, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta datang bersama rombongan besar untuk melakukan benchmarking terkait pengelolaan kemahasiswaan dan pengembangan bakat mahasiswa yang menjadi ciri khas UIN Malang.
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Home Theatre Fakultas Humaniora ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki. Bersama 60 perwakilan dari tim kemahasiswaan dan pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) serta unit kegiatan mahasiswa (UKM), mereka disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Triyo Supriyatno, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Triyo Supriyatno menyambut baik kehadiran UIN Suka dan menyebut forum ini sebagai wadah "berkah" untuk saling berbagi pengalaman. "Ini adalah ajang bagi kita untuk saling belajar. Bahasa santrinya, ada keberkahan, yaitu bertambahnya kebaikan bagi UIN Sunan Kalijaga dan UIN Malang," tuturnya.
Sementara itu, Abdur Rozaki mengungkapkan kekagumannya terhadap model keilmuan integratif yang diterapkan di UIN Malang. "Setiap kampus punya ciri khas. UIN Malang punya ciri khas model keilmuan integratif yang digambarkan pohon ilmu yang luar biasa. Kami ingin belajar tentang manajemen talenta dan pengelolaan budaya berprestasi mahasiswa," ungkapnya.
Ia berharap, dari kunjungan ini, timnya bisa mendapatkan pengalaman berharga yang dapat disemai dan ilmu yang bisa dipetik untuk diterapkan di UIN Sunan Kalijaga. Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kunci penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi mahasiswa.
Kunjungan UIN Suka ini melengkapi deretan kampus yang memilih UIN Malang sebagai tempat studi banding dalam pekan ini. Sebelumnya, UIN Jember dan UIN Samarinda juga telah melakukan kunjungan serupa. Ini menunjukkan reputasi UIN Malang yang semakin diakui dalam bidang pengelolaan kemahasiswaan.