MIU Login

HMPS BSA Perkuat Kompetensi Media Digital Mahasiswa melalui Program FANISHA I

Kemahasiswaan Universitas — Perkembangan media digital menuntut organisasi mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan pola komunikasi yang semakin visual, cepat, dan kreatif. Di tengah arus informasi yang terus bergerak, kemampuan mengelola desain grafis dan media audiovisual menjadi kebutuhan penting bagi organisasi agar pesan yang disampaikan tetap relevan dan efektif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, HMPS BSA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program FANISHA I (Fanni, I’lam, wa Shihafah) pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Gio Coffee.

Kegiatan yang diikuti 12 peserta ini difokuskan pada penguatan keterampilan anggota dalam bidang desain grafis dan pengolahan media audiovisual. Program tersebut menjadi bagian dari upaya HMPS BSA membangun kualitas sumber daya organisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan komunikasi digital.

Di lingkungan organisasi mahasiswa, media sosial tidak lagi sekadar sarana publikasi kegiatan. Media kini menjadi ruang representasi identitas organisasi sekaligus instrumen membangun komunikasi yang lebih luas dengan mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, kemampuan mengelola konten kreatif dinilai penting untuk mendukung efektivitas penyampaian informasi organisasi.

Melalui FANISHA I, peserta dibekali pemahaman mengenai proses produksi konten digital yang komunikatif dan menarik. Materi disampaikan oleh Ananda Adil Imansyah dan Muhammad Zainal Alim Litiloly yang membahas pengembangan desain visual serta pengolahan media audiovisual sesuai kebutuhan publikasi organisasi mahasiswa.

Program ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa kualitas komunikasi organisasi dipengaruhi oleh kemampuan menyajikan informasi secara kreatif dan terstruktur. Dengan penguasaan media digital yang baik, organisasi diharapkan mampu menghadirkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang kuat.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan diskusi seputar pengembangan media kreatif di lingkungan organisasi mahasiswa. Peserta turut mempelajari bagaimana media visual dapat dimanfaatkan untuk memperkuat citra organisasi sekaligus meningkatkan keterlibatan audiens di platform digital.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Firjaun Balya Barlaman, HMPS BSA mencoba menghadirkan pola pengembangan organisasi yang lebih responsif terhadap tantangan era digital. Langkah tersebut menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan industri kreatif dan komunikasi modern.

Melalui FANISHA I, HMPS BSA menegaskan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa di bidang media digital merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan zaman. Dari ruang pelatihan sederhana seperti inilah organisasi mahasiswa mulai membangun kultur komunikasi yang lebih kreatif, adaptif, dan profesional.

Baca selengkapnya di kemahasiswaan.uin-malang.ac.id dan ikuti bagaimana organisasi mahasiswa membangun inovasi komunikasi di tengah transformasi media digital kampus.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait