MIU Login

Estafet Kepemimpinan Dimulai LSO 2026 Resmi Dilantik dan Susun Strategi Baru Organisasi

شؤن الطلبة الجامعةAula Gedung C UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu sore, 21 Februari 2026, menjadi saksi dimulainya babak baru kepengurusan LSO Tahun 2026. Sekitar 30 peserta yang terdiri dari pengurus KOPMA Padang Bulan, pengurus LSO periode sebelumnya, pengurus LSO yang baru, serta pembina organisasi hadir dalam rangkaian kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja yang dilanjutkan dengan upgrading dan buka bersama.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pembina KOPMA Padang Bulan, Dr. Sri Andriani, S.E., M.Si sebagai simbol pengesahan dan dimulainya masa bakti pengurus baru. Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk estafet kepemimpinan agar keberlanjutan program kerja tetap terjaga secara sistematis dan profesional.
“Semoga kepengurusan LSO yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat dan inovatif bagi anggota dan organisasi,” Ujar beliau.

Setelah prosesi pelantikan, agenda dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) yang membahas arah dan strategi program satu periode ke depan. Dalam forum tersebut, masing-masing bidang memaparkan rancangan program kerja, menyelaraskan visi, serta menyusun langkah implementasi agar organisasi berjalan lebih terarah dan terstruktur. Raker ini menjadi fondasi awal dalam membangun tata kelola organisasi yang efektif dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Suasana semakin hangat ketika kegiatan ditutup dengan upgrading bersama pelatih, Bapak Sultan, yang dilanjutkan dengan buka bersama. Momen ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan solidaritas antara pengurus lama dan baru. Ketua LSO 2026, Mochammad Aulya Akbar menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam menghadapi dinamika satu tahun ke depan.

Di sisi lain, Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Romi Faslah, M.Si. menyampaikan dukungannya terhadap penguatan organisasi mahasiswa berbasis perencanaan strategis. Ia menekankan bahwa pelantikan dan raker bukan hanya formalitas, tetapi titik awal konsolidasi dan profesionalitas organisasi. “Organisasi mahasiswa harus dikelola dengan visi yang jelas, program yang terukur, serta komitmen kebersamaan yang kuat. Dengan demikian, LSO tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga berdampak nyata bagi pengembangan kapasitas mahasiswa,” tuturnya sebagai penutup reflektif atas kegiatan tersebut.

Berita Terkait