Kemahasiswaan Universitas - Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi saksi bisu kehebatan atlet-atlet Taekwondo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam ajang "Pugnator Open International Taekwondo Championship 2025." Selama tiga hari, 3—5 Oktober 2025, atmosfer kompetisi memanas dengan partisipasi sekitar 3000 atlet dari seluruh Indonesia dan enam negara sahabat, yaitu Filipina, Pakistan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Empat kategori dipertandingkan—Kyorugi (pertarungan), Poomsae (jurus), Speed Kicking, dan Freestyle.
Dalam kancah persaingan yang ketat ini, para pahlawan Taekwondo UIN Malang berhasil menembus puncak podium dengan menyumbangkan 6 medali, semuanya di kategori Poomsae perseorangan putra dan putri, dengan rincian:
1 Medali Emas : Pandhu Syach Aryanto
1 Medali Perak : Kurnia Ayu Pramisti
4 Medali Perunggu : Muhammad Fauzan Farras, Ila Bakhrotul Hidayah, Farida Nur Fatih, dan Siti Robiah Adawiyah.
Pelatih UKM Taekwondo, Benny Hari Santoso, mengungkapkan bahwa ajang ini memiliki gengsi dan tensi yang sangat tinggi. "Sayangnya, kita hanya mendapatkan kuota enam atlet, itu pun semua di kategori Poomsae, padahal ada potensi di Kyorugi dan Freestyle," jelas Benny. Namun, semangat juang tidak luntur, "Alhamdulillah, tim kita 6 orang, masing-masing membawa pulang medali," tambahnya penuh syukur.
Ketua UKM Taekwondo, Muhammad Rauzan Farras yang juga salah satu atlet yang bertanding, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. "Kami sangat bangga UKM Taekwondo berhasil membawa pulang enam medali, satu emas, satu perak, dan empat perunggu, dari kejuaraan tingkat internasional ini," ujarnya. Prestasi ini menjadi pembakar semangat bagi UKM Taekwondo untuk terus mencetak atlet muda berprestasi yang akan mengukir kebanggaan bagi UIN Malang dan Indonesia di masa depan.