شؤون الطلاب بالجامعة — Sebanyak 487 peserta mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo yang digelar di Aula Serbaguna Museum Brawijaya, Sabtu (12/9/2026). Peserta terdiri atas mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan anggota dari berbagai ranting, dengan 121 peserta berasal dari ranting.
UKT menjadi salah satu tahapan dalam pembinaan Taekwondo untuk mengukur perkembangan kemampuan peserta berdasarkan tingkatan masing-masing. Proses evaluasi tidak hanya mencakup penguasaan teknik, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan, ketekunan, mental, tanggung jawab, dan sportivitas.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan tingkatan yang ditempuh. Penilaian mencakup penguasaan teknik dasar, ketepatan dan keterampilan gerakan, serta kesiapan fisik dan mental peserta dalam menjalani rangkaian ujian.
Keikutsertaan mahasiswa dan anggota UKM Taekwondo UIN Malang dalam UKT menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan sekaligus pengalaman dalam mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Evaluasi melalui ujian juga memberikan gambaran bagi peserta mengenai aspek yang telah dikuasai maupun kemampuan yang masih perlu ditingkatkan.
Penguji UKT Periode II, Sabeum Andre Kurniawan, mengatakan kenaikan tingkat bukan semata-mata mengenai pencapaian tingkatan baru, tetapi juga proses untuk melihat perkembangan peserta selama menjalani latihan.
“Ujian kenaikan tingkat bukan hanya tentang mendapatkan tingkatan baru, tetapi juga menjadi proses untuk mengukur sejauh mana kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan peserta dalam berlatih. Semoga seluruh peserta dapat terus berkembang dan menjadikan Taekwondo sebagai sarana untuk membentuk karakter yang tangguh dan berprestasi,” ujarnya.
Pelaksanaan UKT berlangsung tertib dan lancar. Melalui proses evaluasi tersebut, peserta diharapkan dapat memahami perkembangan kemampuan masing-masing sekaligus menjadikan hasil ujian sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan diri pada jenjang berikutnya.
Ketua UKM Taekwondo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pandhu Syach Aryanto, turut mendukung pelaksanaan UKT sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kemampuan anggota.





