Oleh: Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, sehat, cerdas, dan bermartabat. Anak-anak bukan hanya generasi penerus, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa. Kualitas Indonesia pada masa mendatang sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini.
Dalam perspektif Islam, anak merupakan amanah sekaligus karunia Allah Swt. yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Allah Swt. berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim [66]: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa orang tua, keluarga, pendidik, dan masyarakat memiliki kewajiban untuk memberikan pengasuhan, pendidikan, dan teladan terbaik kepada anak. Tugas tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi juga membangun karakter, akhlak mulia, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Rasulullah saw. juga memberikan teladan luar biasa dalam memperlakukan anak-anak. Beliau bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak.”
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Kasih sayang bukanlah bentuk kelemahan, melainkan fondasi utama dalam membangun generasi yang percaya diri, tangguh, dan berakhlak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta akan lebih mudah mengembangkan potensi dirinya serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Di era digital saat ini, tantangan pengasuhan semakin kompleks. Kemajuan teknologi menghadirkan peluang besar bagi perkembangan anak, tetapi juga membawa berbagai risiko, mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber, hingga menurunnya kualitas interaksi dalam keluarga. Karena itu, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat harus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan ekosistem yang ramah anak sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai perguruan tinggi Islam, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memandang pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai keislaman, dan pembentukan karakter. Konsep Ulul Albab yang menjadi ruh pendidikan di UIN Malang mengajarkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan Hari Anak Nasional juga mengingatkan kita bahwa investasi terbaik bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusia. Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya tanpa diskriminasi.
Mari kita jadikan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap hak-hak anak dan membangun budaya yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap kebijakan maupun tindakan. Setiap senyuman yang kita jaga, setiap mimpi yang kita dukung, dan setiap potensi yang kita kembangkan adalah investasi besar bagi Indonesia Emas 2045.
Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh dalam kasih sayang, memperoleh pendidikan terbaik, terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, dan memiliki ruang untuk berkarya. Dengan demikian, kita tidak hanya membesarkan anak-anak, tetapi juga sedang membangun peradaban bangsa yang unggul, berkarakter, dan berkeadaban.





