شؤن الطلبة الجامعة — Upaya memperkuat tata kelola organisasi mahasiswa terus dilakukan HMPS Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui Studi Banding bertema Sharing and Collaborating, pengurus HMPS Perbankan Syariah bertemu dengan mahasiswa dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan UIN Syekh Wasil Kediri. Pertemuan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sebanyak 40 peserta mengikuti forum tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan merumuskan peluang kolaborasi antarlembaga.
Setiap himpunan memperkenalkan sistem organisasi masing-masing. Program kerja unggulan juga dipaparkan. Berbagai tantangan kepengurusan dibahas bersama. Peserta saling berbagi strategi untuk meningkatkan kualitas organisasi.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif. Peserta menyampaikan praktik baik yang telah diterapkan di kampus masing-masing. Beragam gagasan baru juga muncul selama forum berlangsung. Pertukaran pengalaman tersebut memperkaya perspektif pengurus dalam mengembangkan organisasi yang lebih adaptif dan inovatif.
Selain menjadi sarana evaluasi, studi banding juga memperluas jejaring antarmahasiswa Perbankan Syariah. Hubungan yang terbangun diharapkan menjadi awal kolaborasi lintas kampus. Sinergi tersebut membuka peluang penyelenggaraan program bersama pada masa mendatang. Kolaborasi antarlembaga juga diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan organisasi mahasiswa.
Ita Nuryatin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum kolaborasi menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antarkampus.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga kolaborasi tiga perguruan tinggi ini semakin mempererat silaturahmi dan melahirkan kerja sama yang bermanfaat bagi organisasi mahasiswa di lingkungan PTKIN,” ujarnya.
Ketua HMPS Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aisyah Rabbaniyyah, berharap hasil diskusi tidak berhenti pada forum tersebut.
“Semoga setiap peserta membawa pulang pengalaman baru. Kami berharap gagasan yang diperoleh dapat diterapkan untuk membangun organisasi yang semakin inovatif, kolaboratif, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Studi banding ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkampus mampu memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa. Melalui pertukaran pengalaman dan jejaring yang semakin luas, HMPS Perbankan Syariah berupaya membangun tata kelola organisasi yang lebih progresif sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa di lingkungan PTKIN.





