شؤن الطلبة الجامعة – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menguatkan budaya tata kelola organisasi mahasiswa yang terstruktur melalui pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) 2026 pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Gedung B. Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini menjadi momentum penting bagi pengurus periode 2026 untuk memaparkan serta menyepakati program kerja yang akan dijalankan selama satu periode kepengurusan.
RAKER 2026 merupakan rangkaian agenda yang telah dipersiapkan sejak 20 Januari 2026 hingga puncaknya pada 14 Februari 2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi, memaparkan rencana kerja tiap divisi, serta menyelaraskan visi antar pengurus agar program yang dirancang berjalan sistematis dan terukur. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun organisasi yang lebih progresif.
Dalam kesempatan tersebut, Al Ikhlasul Hakimi, S.Kom menegaskan pentingnya rapat kerja sebagai fondasi awal kepengurusan. “Rapat Kerja harus dilaksanakan untuk memaparkan program kerja apa saja yang akan dilaksanakan oleh pengurus di periode yang akan berlangsung,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perencanaan yang matang akan mempermudah proses evaluasi dan pengembangan program di tengah dinamika organisasi.
Ketua organisasi, Yusuf Ageng Ariwibowo, menyampaikan bahwa RAKER bukan sekadar agenda formalitas, melainkan komitmen bersama untuk menjalankan amanah dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Ia berharap seluruh pengurus mampu menjaga konsistensi dan sinergi dalam merealisasikan setiap program yang telah disepakati bersama.
Sementara itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Romi Faslah, M.Si., mengapresiasi terselenggaranya RAKER 2026 sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas organisasi mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa rapat kerja yang terencana dengan baik akan menjadi pijakan utama dalam menciptakan organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi mahasiswa. “Perencanaan yang baik adalah separuh dari keberhasilan. Organisasi mahasiswa harus mampu menyusun program yang realistis, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika,” ungkapnya.





