MIU Login

Penempuhan PASUSKA, Proses Menempa Mental dan Kepemimpinan Pramuka UIN Malang

Kemahasiswaan Universitas — Ketangguhan anggota organisasi tidak dibentuk melalui teori semata. Dibutuhkan proses pembinaan yang menguji kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis secara berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Penempuhan Atribut Pasukan Khusus Pramuka (PASUSKA) pada 21–22 Juni 2026 di kawasan Kebun Rejo sebagai bagian dari proses kaderisasi anggota Pasuska.

Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam membentuk anggota yang disiplin, tangguh, serta siap menjalankan berbagai tugas organisasi di lapangan. Penempuhan atribut tidak hanya dimaknai sebagai proses memperoleh identitas baru, tetapi juga sebagai bentuk pembuktian kesiapan peserta untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar sebagai anggota Pasukan Khusus Pramuka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan perlengkapan dan doa bersama di depan Gedung Student Center UIN Malang. Setelah prosesi pelepasan, peserta diberangkatkan menuju Kampus 3 sebagai titik awal penjelajahan. Dari lokasi tersebut, peserta melaksanakan long march menuju Kebun Rejo dengan menempuh rute luar ruang yang dirancang untuk menguji daya tahan fisik, ketangguhan mental, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Setibanya di lokasi utama, peserta mengikuti pendalaman materi teknis mengenai tali-temali dan sistem anchor sebagai dasar dalam kegiatan vertical rescue. Materi tersebut kemudian diterapkan melalui simulasi evakuasi korban di medan terjal. Dalam simulasi ini, peserta mempraktikkan penyusunan sistem keselamatan, pembagian peran, hingga proses evakuasi sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh sebagai sarana refleksi atas kemampuan teknis maupun sikap yang ditunjukkan selama penempuhan berlangsung.

Pelatih UKM Pramuka, Rofiqotul Fitriyati, menegaskan bahwa atribut Pasuska merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap dan tindakan nyata. “Atribut bukan sekadar hiasan di seragam, melainkan simbol tanggung jawab atas apa yang sudah kalian mulai,” ujarnya.

Ketua UKM Pramuka, Hartadin Barkah, berharap kegiatan ini mampu melahirkan anggota Pasuska yang tidak hanya unggul dalam keterampilan lapangan, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi fondasi penting dalam mencetak kader yang siap berkontribusi bagi organisasi maupun masyarakat.

Melalui Penempuhan Atribut PASUSKA, UKM Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat sistem kaderisasi yang menekankan keseimbangan antara kompetensi teknis, karakter kepemimpinan, dan nilai-nilai pengabdian. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Pramuka yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait