MIU Login

Senioritas Jadi Bahan Refleksi, MAPALA TURSINA Bangun Ruang Dialog Antarangkatan Lewat “Rabu Day”

Kemahasiswaan Universitas — Isu senioritas yang kerap menjadi perbincangan di berbagai organisasi mahasiswa dibahas secara terbuka oleh MAPALA TURSINA dalam kegiatan Rabu Day yang digelar di Hutan Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (3/6/2026).

Sebanyak 35 anggota dari berbagai angkatan berkumpul dalam forum yang memadukan diskusi organisasi dan kegiatan keagamaan tersebut. Mengangkat tema “Senioritas dalam MAPALA: Pembinaan atau Tekanan?”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat kembali posisi senioritas dalam proses pembentukan karakter dan budaya organisasi.

Di lingkungan organisasi berbasis kaderisasi, senioritas sering kali menjadi instrumen penting dalam proses transfer pengetahuan, pembinaan sikap, serta penguatan kedisiplinan. Namun, praktik tersebut juga memerlukan pemahaman yang tepat agar tidak bergeser menjadi relasi yang menimbulkan jarak atau tekanan antaranggota. Kesadaran inilah yang menjadi titik berangkat diskusi dalam Rabu Day.

Forum sharing session berlangsung secara terbuka dengan melibatkan anggota dari berbagai angkatan. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, serta evaluasi terkait dinamika hubungan senior dan junior yang selama ini berkembang di lingkungan organisasi. Berbagai perspektif muncul, mulai dari pentingnya peran senior sebagai mentor hingga perlunya membangun pola komunikasi yang lebih setara dan konstruktif.

 

Diskusi tersebut tidak diarahkan untuk mencari pihak yang benar atau salah, melainkan mendorong pemahaman bersama mengenai budaya organisasi yang sehat. Para peserta menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembinaan dan penghormatan terhadap ruang tumbuh setiap anggota, sehingga proses kaderisasi dapat berjalan lebih humanis tanpa kehilangan nilai kedisiplinan yang menjadi ciri organisasi.

Suasana dialog yang cair dan penuh keterbukaan menunjukkan tingginya kesadaran anggota terhadap pentingnya evaluasi internal. Forum semacam ini dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat solidaritas organisasi sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi menghambat proses pembelajaran antarangkatan.

Tidak hanya berfokus pada aspek organisasi, Rabu Day juga menghadirkan dimensi spiritual melalui pembacaan Yasin dan tahlil bersama. Kegiatan tersebut menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan berorganisasi di MAPALA TURSINA.

Perpaduan antara diskusi kritis dan kegiatan keagamaan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Anggota tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, menunjukkan bahwa ruang dialog yang terbuka tetap dapat berjalan berdampingan dengan penguatan nilai spiritual dan kebersamaan.

Pada akhirnya, pertanyaan “Pembinaan atau Tekanan?” tidak dijawab melalui kesimpulan tunggal dalam forum tersebut. Namun, diskusi yang berlangsung menunjukkan satu kesepahaman: senioritas akan tetap memiliki tempat dalam organisasi selama mampu menjadi sarana belajar, bukan sekadar simbol hierarki. Dari titik itulah budaya organisasi yang sehat dapat tumbuh dan diwariskan.


Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait