MIU Login

33 Kampus PTKIN Berkumpul di Semarang, SEMA UIN Malang Angkat Isu Pembukaan Lahan Dapur MBG Kota Batu

Kemahasiswaan Universitas — Di tengah menguatnya tuntutan terhadap peran mahasiswa sebagai mitra kritis pembangunan, forum-forum lintas kampus semakin dibutuhkan untuk menyatukan perspektif sekaligus memperkuat advokasi terhadap berbagai persoalan daerah. Kesadaran tersebut mendorong Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia menggelar Konsolidasi Nasional di UIN Walisongo Semarang pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 33 kampus PTKIN tersebut menjadi ruang bersama bagi para pemimpin organisasi mahasiswa untuk bertukar gagasan, membahas dinamika kemahasiswaan, serta mengangkat berbagai isu strategis yang berkembang di daerah masing-masing. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi gerakan mahasiswa dalam merespons persoalan sosial yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Dalam forum tersebut, para ketua senat mahasiswa menyampaikan beragam persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Mulai dari isu pendidikan, lingkungan, tata kelola pembangunan, hingga berbagai persoalan sosial yang berkembang di wilayah masing-masing.

SEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut mengambil bagian aktif dalam diskusi nasional tersebut. Selain memperkenalkan sejumlah program dan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang diterapkan di UIN Malang, delegasi juga membawa isu lokal yang berkembang di wilayah Malang Raya, khususnya terkait pembukaan lahan untuk pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu.

Ketua SEMA Universitas UIN Malang, Shidqi Amru, menjelaskan bahwa forum konsolidasi menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai perspektif mahasiswa dari seluruh Indonesia sekaligus memperkenalkan praktik-praktik baik pengelolaan organisasi kemahasiswaan.

“Di hari pertama kami dari SEMA UIN Malang menyampaikan beberapa program serta bentuk tata kelola ormawa yang diberlakukan di UIN Malang. Selain itu, kami juga membawa isu daerah terkait pembukaan lahan untuk dapur MBG di Kota Batu sebagai bagian dari perhatian mahasiswa terhadap dinamika pembangunan di daerah,” ujarnya.

Keikutsertaan SEMA UIN Malang dalam forum nasional tersebut memperlihatkan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya bergerak pada agenda internal kampus, tetapi juga terlibat dalam pembahasan isu-isu publik yang lebih luas. Ruang konsolidasi semacam ini menjadi penting untuk memperkuat jejaring antarperguruan tinggi sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi yang berangkat dari realitas daerah.

Melalui forum Konsolidasi Nasional SEMA PTKIN se-Indonesia, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat fungsi representasi, kontrol sosial, serta kontribusi intelektual dalam merespons berbagai persoalan masyarakat. Kolaborasi lintas kampus tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kemahasiswaan yang adaptif, kritis, dan berorientasi pada penguatan peran perguruan tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:

Instagram | Facebook | TikTok
@kemahasiswaanuinml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait