MIU Login

LKP2M Perkuat Arah Publikasi Ilmiah, Jurnal LoroNG Bidik Akreditasi SINTA 2026

Kemahasiswaan Universitas — Proses penyuntingan artikel ilmiah tidak lagi dipandang sekadar pekerjaan teknis di balik meja redaksi. Tim Jurnal LoroNG LKP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang justru menjadikannya ruang serius untuk membangun kualitas publikasi akademik yang lebih kompetitif dan berstandar nasional.

Komitmen itu terlihat saat pemimpin redaksi beserta tim redaksi Jurnal LoroNG mengikuti Webinar Nasional Strategi Akselerasi Akreditasi SINTA 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 pengelola jurnal ilmiah dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung di tengah proses fiksasi artikel untuk penerbitan Jurnal LoroNG Volume 15 Nomor 1.

Webinar tersebut membahas arah baru pengelolaan jurnal ilmiah, khususnya terkait kebijakan terbaru ARJUNA dan strategi optimalisasi tata kelola publikasi menuju akreditasi SINTA. Fokus pembahasan tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga kualitas substansi artikel, profesionalitas editor, hingga konsistensi pengelolaan jurnal dalam jangka panjang.

Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas publikasi akademik, posisi editor disebut menjadi salah satu elemen paling menentukan dalam menjaga standar ilmiah sebuah jurnal. Pemateri webinar menegaskan bahwa kualitas artikel tidak hanya bertumpu pada penulis dan reviewer, tetapi juga pada ketelitian editor dalam memastikan setiap naskah layak terbit secara akademik maupun teknis.

Bagi LKP2M, forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kultur literasi dan publikasi ilmiah mahasiswa. Upaya ini dinilai penting karena tantangan dunia akademik hari ini tidak lagi berhenti pada kemampuan menulis, melainkan juga pada kemampuan menjaga mutu, relevansi gagasan, dan keberlanjutan publikasi.

Pasca webinar, tim redaksi langsung melanjutkan proses inkubasi dan fiksasi artikel ilmiah bersama Ahmad Royhan Firdaus selaku Reviewer sekaligus Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2025 dan Wakil Direktur LKP2M Periode 2026. Kegiatan tersebut didampingi Nur Latifatul Qalbi sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal LoroNG Volume 15.

Nur Latifatul Qalbi menyebut proses menuju akreditasi SINTA bukan sekadar target administratif, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga kualitas pemikiran mahasiswa agar tetap hidup melalui karya ilmiah.

“Semoga dengan adanya harapan akreditasi SINTA ini, Jurnal LoroNG bisa terus berkembang menjadi lebih baik ke depannya, mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas dari setiap gagasan bermakna yang dituangkan dalam sebuah karya. Sebab, tulisan bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga jejak pemikiran yang bisa menjadi karya abadi dan tidak tergerus oleh zaman,” ujarnya.

Ia juga menilai proses inkubasi artikel memberikan pengalaman kolektif yang kuat bagi para kontributor dan tim redaksi. Revisi berulang, penyesuaian standar jurnal, hingga proses penyelarasan substansi menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan akademik mahasiswa.

Sementara itu, Ahmad Royhan Firdaus berharap kegiatan tersebut mampu membuka cakrawala baru bagi tim redaksi dalam menjaga konsistensi kualitas publikasi ilmiah. Ia menargetkan pengajuan akreditasi SINTA melalui ARJUNA dapat direalisasikan sebagai kelanjutan estafet pengembangan jurnal yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya.

Dorongan serupa juga disampaikan Pembina LKP2M, Agung Prasetiyo. Menurutnya, pengembangan organisasi riset mahasiswa harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas akademik pengurus melalui webinar, pelatihan jurnal, dan workshop kepenulisan ilmiah yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa penguatan budaya akademik di lingkungan mahasiswa tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan konsistensi, ketelatenan, dan ekosistem organisasi yang mendukung lahirnya karya ilmiah berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih jauh, langkah LKP2M melalui penguatan Jurnal LoroNG memperlihatkan bahwa organisasi mahasiswa riset kini bergerak melampaui ruang diskusi dan agenda formalitas. Publikasi ilmiah mulai ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam membangun tradisi intelektual kampus sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap tridarma perguruan tinggi berbasis riset dan literasi akademik.


Ikuti informasi dan kegiatan mahasiswa lainnya melalui media sosial resmi Kemahasiswaan UIN Malang:
Instagram/FB/TikTok: @kemahasiswaanuinmlg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait