MIU Login

Mahasiswa BSA Humaniora UIN Malang Raih Juara 3 Business Plan Fest 2026

Kemahasiswaan Universitas — Mahasiswa rumpun humaniora kerap dipandang hanya berkutat pada kajian bahasa, sastra, dan budaya. Namun, perubahan lanskap dunia kerja menuntut mahasiswa lintas disiplin untuk memiliki kemampuan adaptif, kreatif, dan inovatif, termasuk dalam bidang kewirausahaan. Realitas itu berhasil dijawab oleh dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang meraih Juara 3 dalam ajang Business Plan Fest pada rangkaian Career and Business Fest 2026 di Universitas Negeri Malang.

Kompetisi tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan industri digital dan dunia usaha masa kini. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan inovasi bisnis, pengembangan personal branding, peningkatan keterampilan teknologi digital, serta pembentukan karakter kewirausahaan yang adaptif dan kreatif.

Muchammad Mufti Akmal mengaku capaian tersebut menjadi pengalaman baru yang membuka ruang pembelajaran lebih luas di luar bidang akademik. “Rasanya bangga karena saya pertama kali ikut lomba ini, dan Alhamdulillah bisa menang melawan kompetitor dari kampus-kampus besar. Harapannya semoga bisa berdampak positif bagi sekitar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mochamad Muzaky Abdur Rohman yang menilai kompetisi bisnis menjadi ruang eksplorasi ide dan inovasi yang menantang. “Alhamdulillah senang banget bisa menjuarai kompetisi bisnis plan di UM. Banyak menemukan ide dan inovasi baru untuk dunia bisnis. Harapannya semoga ide bisnis ini benar-benar bisa diimplementasikan di dunia nyata,” ungkapnya.

Bagi Fakultas Humaniora UIN Malang, capaian tersebut menjadi penanda bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa kini bergerak melampaui batas-batas disiplin ilmu. Perguruan tinggi dituntut mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi secara lebih luas, adaptif, dan relevan dengan dinamika zaman.

Pusat Kemahasiswaan UIN Malang memandang keberhasilan Mufti dan Muzaky sebagai bagian dari tumbuhnya kultur mahasiswa yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Prestasi di bidang bisnis dan inovasi dinilai menjadi indikator bahwa ruang pengembangan mahasiswa kini semakin terbuka lintas disiplin keilmuan.

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Malang, Romi Faslah, menyebut capaian tersebut mencerminkan pentingnya keberanian mahasiswa dalam mengembangkan potensi di luar ruang akademik formal. “Mahasiswa hari ini dituntut mampu membaca peluang, membangun inovasi, dan berani menghadirkan solusi di tengah perubahan dunia kerja yang sangat dinamis. Prestasi seperti ini perlu terus tumbuh agar kampus memiliki ekosistem mahasiswa yang kreatif, adaptif, dan berdampak,” ujarnya.

Ke depan, kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang berani membawa gagasan ke ruang kompetisi, membangun jejaring kolaboratif, serta menghadirkan karya yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait