Orientasi Mahasiswa Baru (PBAK) di Era Baru

Orientasi Mahasiswa Baru, baik itu yang namanya OPSPEK, OPAK, PBAK selama ini identik dengan perploncoan, bullieng, balas dendam senior kepada maba, dan sebagainya. Belum lagi mahasiswa baru harus membeli buku untuk diresume, harus membawa minuman dengan merk tertentu, dsb yang sangat memberatkan terutama bagi mahasiswa yang kurang mampu. Meski banyak hal positif yang diperoleh mahasiswa baru dalam orientasi itu, tetapi kesan yang banyak diterima adalah kesan negatif. Padahal saat orientasi itu adalah saat-saat mahasiswa baru memiliki semangat baru untuk belajar di perguruan tinggi, lebih lebih karena perguruan tinggi yang dimasuki adalah perguruan tinggi pilihan dan favorit karena harus menyingkirkan ribuan kompetitornya saat seleksi masuk.
Orientasi yang diberikan kepada mahasiswa baru itu sesungguhnya merupakan bagian dari kurikulum sebuah perguruan tinggi atau universitas. Seperti orientasi yang ada di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang namanya Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-17 Agustus 2018 nanti merupakan bagian dari kurikulum pendidikan dan pengajaran. Maka pimpinan dan dosen sangat bertanggung jawab terhadap konten atau materi yang diberikan. Materi-materi itu serta strategi penyampaiannya akan menjadi kesan pertama yang sangat penting bagi mahasiswa baru.
Jika materi yang disampaikan dalam PBAK itu bagus dan menarik, penyampaiannya juga menarik, pendampingan yang dilakukan oleh para senior juga bagus dan santun, pasti akan membawa aura positif dan menular kepada mahasiswa baru. Sebaliknya, jika materi yang disampaikan tidak bagus, interaksi yang dilakukan oleh narasumber dan pendamping tidak berbudaya: seperti bentak-bentak, hukuman-hukuman, tidak konsisten (mahasiswa baru disuruh rapi tetapi pendampingnya tidak rapi, rambut gondrong, pakaian sesukanya) maka pasti respon dan kesan pada mahasiswa baru juga akan demikian. Maka sangat penting menciptakan PBAK yang berbudaya, ilmiah, disiplin, tertib, santun dan akademis.
Maka misi PBAK di UIN Maulana Malik Ibrahim saat ini adalah menciptakan kesan pertama yang baik, yaitu orientasi yang ilmiah dan akademis, tidak harus beli ini dan itu. Tetapi murni akademis, melatih dan mengenalkan bagaimana belajar dan mengerjakan tugas-tugas di universitas. Tugas-tugas yang diberikan juga sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, karena semua tugas harus diuppload ke website panitia PBAK. Maka kemampuan teknologi informasi dan komunikasi mutlak harus dimiliki oleh mahasiswa baru sebagai respon terhadap era IT yang sekarang sudah menjadi keharusan. Hanya saja akan jadi problem bagi mahasiswa yang tidak memiliki hp android atau IOS, tetapi panitia sudah mengantisipasi dengan adanya para pendamping baik dari dosen maupun mahasiswa. Banyaknya akses mahasiswa ke website PBAK itu juga akan mendongkrak nilai webometrik universitas.
Secara ekonomis, PBAK mahasiswa baru 2018 ini juga tidak mengharuskan maba merogoh kocek sepeserpun. Paling-paling untuk kebutuhan pribadi seperti makan, minum, alat tulis, dan kebutuhan pribadi lainnya. Bahkan paket data pun tidak harus dimiliki, karena setiap mahasisa baru sudah bisa mengakses wifi kampus melalui username NIM masing-masing di lingkungan kampus dan mahad. Ini sangat berbeda dengan tahun lalu yang mengharuskan mahasiswa membeli buku, asesoris PBAK, baik itu saat PBAK di universitas maupun di fakultas.
Para pendamping yang disiapkan, utamanya dari mahasiswa juga akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena mereka mulai dari rekrutmen sudah diseleksi. Misalnya indeks prestasi harus minimal 3.0 untuk bisa mendaftar menjadi panitia dan pendamping. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, siapapun bisa menjadi panitia dan pendamping. Tentunya akan berbeda, pendamping yang memiliki IP tinggi dengan IP rendah. Maka dengan seleksi panitia dan pendamping akan berdampak pada proses pendampingan kepada mahasiswa baru. Sehingga harapan menjadikan PBAK 2018 ini memberikan kesan yang santun, akademis dan berbudaya saya yakin akan terwujud, lebih-lebih Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa (Sema) juga mendukung konsep PBAK 2018 ini. Semoga sukses.

Malang, 9 Agustus 2018
Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni
Ttd
Abdul Aziz