Mahasiswa harus Berorganisasi

Mahasiswa itu ada beberapa tipe, pertama: mereka yang sangat rajin mengikuti program pembelajaran, dan tidak memiliki kegiatan lain kecuali yang berhubungan dengan kuliah, membaca buku di perpustakaan, diskusi kalau ada tugas kelompok dari dosen. Apapun yang dilakukan selalu yang berhubungan dengan perkuliahan. Bahkan kegiatan hariannya selalu berkutat dari kamar kos, ruang kuliah, perpustakaan. Mahasiswa tipe pertama ini biasanya disukai oleh dosen dan orang tua. Karena masa studi akan tepat waktu, bahkan bisa selesai sebelum 4 tahun. Biasanya mahasiswa seperti ini kurang pandai bergaul, temannya hanya teman di kelasnya, tidak lebih.

Kedua, mahasiswa yang kuliah biasa-biasa saja, tetapi aktif berorganisasi. Lebih enjoy kalau berada di organisasi kemahasiswaan, berkumpul dengan para aktifis, bahkan sering urusan studi dinomorduakan. Dampaknya seringkali waktu kuliah molor. Saat teman-teman seangkatannya wisuda, ia masih menanggung banyak SKS yang harus diulang karena tidak lulus. Dia kurangbunyi kalau diajak diskusi soal tema-tema kuliah, tetapi sangat fasih kalau diskusi soal organisasi dan aktivitas di organisasinya. Tipe kedua ini biasanya pandai bergaul, karena memiliki sensivitas yang tinggi. Bahkan seringkali menjadi korlap saat ada aksi atau audiensi mahasiswa. Ada juga mahasiswa yang seperti ini ketika lulus dan kembali di masyarakat justru bisa diterima masyarakat dengan lebih baik dari pada tipe yang pertama, karena sifat aktifis cenderung memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Tetapi terkadang juga kurang kurang cepat diterima di dunia kerja sesuai profesinya, karena secara prestasi kalah bersaing dengan mahasiswa tipe pertama.

Ketiga, mahasiswa yang baik kedua-duanya. Prestasi akademik baik, ditunjukkan dengan indeks prestasi yang selalu tiga koma. Tetapi juga berorganisasi dengan baik. Teman-teman baiknya tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga lintas kelas bahkan lintas perguruan tinggi. Karena prestasinya itu, dengan mudah ia bisa mendapatkan beasiswa prestasi atau beasiswa kurang mampu. Karena kecakapan berorganisasinya, ia dengan mudah bisa menduduki jabatan ketua di organisasi yang ia pilih, ketua HMJ, ketua UKM, Sema, bahkan bisa dipercaya menjadi ketua Dema Universitas. Karena prestasi akademik dan organisasinya ini juga ia disukai oleh teman-temannya, bahkan cewek-cewek pun berebut untuk dipacarinya dan menjadi calon istrinya, atau calon suaminya.

Mungkin ada atau semoga tidak ada tipe yang keempat berikut, yaitu yang tidak baik kedua-duanya. Tidak memiliki prestasi di bidang akademik, organisasi maupun olahraga dan seni. Yang ketiga ini adalah mahasiswa yang gagal. Secara akademik gagal, secara organisasi gagal, bakat dan minat yang dimiliki juga gagal dikembangkan. Kegagalan mahasiswa seperti ini pernah terjadi bahkan termasuk sering terjadi. Tentu kegagalan ini bukan kesengajaan, bukan keinginan mahasiswa tersebut, tetapi itu bisa terjadi karena kesalahan dalam memilih teman, kesalahan dalam bergaul, bahkan kesalahan kecil pun terkadang bisa menyebabkan kegagalan seorang mahasiswa. Karena itu diperlukan kedalaman spiritual dengan selalu berdoa, di samping belajar dan berusaha. Semoga Anda menjadi mahasiswa yang sukses semuanya.