Ulang tahun CSSMORA kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, mereka sangat antusias sekali dalam merayakan hari jadi ke-9 nya. Dengan pembukaan simaan akbar di awal acaranya membuat merka semakin bersemangat.

PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) atau yang biasa kita kenal dengan CSSMORA (Community of santri scholars of ministry of Religious Affair) Merupakan beasiswa santri yang mempunyai prestasi berupa hafalan Al Qur’an. Namun hanya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang-lah yang men-syaratkan dengan minimal 10 juz hafalan. Dan diwajibkan nanti setelah lulus sudah selesai tuntas sampai 30 juz.

Keberadaan CSSMORA sudah lama sejak tahun 2000-an dan kemarin (16/03/2019) merupakan anniversary yang ke-9. Mereka mengadakan sebuah acara akbar, dalam rangka annivarsary yang ke-9. Bertepatan hari sabtu tanggal 16 maret 2019 di Masjid At Tarbiyah mereka membuka acaranya dengan “Simaan Akbar”. Simaan akbar itu dimulai dari jam 09.00-13.30.

Dalam simaan akbar tersebut, masing-masing berpasangan. Dan peserta simaan akbar itu meliputi semua mahasiswa CSSMORA yang masih aktif di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mulai angkatan 2015-2018. Dengan pembagiannya angkatan 2018 dimulai dari juz 1-8, angkatan 2017 dimulai dari juz 9-16, dan angkatan 2016 dimulai dari juz 17-24, dan angkatan 2015 dimulai dari juz 25-30.

Acara simaan akbar tersebut merupakan acara pembukaan dari Acara Annivarsary CSSMORA Ke-9. Dipertemuan minggu selanjutnya akan diadakan sebuah acara pengabdia masyarakat berupa “medical check up”. Dimana para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan akan mengecek kesehatan warga Masyarakat. Acara itu akan di laksanakan di Masjid Raden Rahmat Merjosari Lowokwaru Malang.

Hari sebelum dibukanya acara tersebut, CSSMORA telah mengadakan lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah)  tingkat Mahasiswa. Dan nantinya akan d umumkan pemenangnya di puncak acara Annivasary yaitu seminar nasional yang bertemakan “Iqra sebuah bekal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. (tafsir surat al alaq)”

“kami harus pintar membagi waktu dengan menjadwalkan kegiatan di hari-hari libur, agar kami bisa fokus pada yang lain. Yaitu pada hafalan kami, kegiatan pondok juga, dan pembelajaran akademik kita. Jadi bagaimanapun kita harus bertanggung jawab dengan waktu.” begitulah pemaparan Suci Khoirunnisa setelah ditanya oleh penulis mengapa mengambil waktu yang cukup lama. (romlah)